Jambu Mete Meteor YK Unggulan

Tanaman jambu mete (Anacardium occidentale, L.) merupakan tanaman perkebunan yang sudah berkembang di Indonesia dan cukup menarik perhatian. Hal ini dikarenakan antara lain tanaman jambu mete dapat ditanam di lahan kritis sehingga persaingan lahan dengan komoditas lain menjadi kecil dan dapat juga berfungsi sebagai tanaman konservasi. Selain itu tanaman jambu mete merupakan komoditas ekspor, sehingga pasar cukup luas dan tidak terbatas pada pasar domestik.

Di Indonesia varietas jambu mete umumnya dikenal berdasarkan warna buah semunya. Warna buah semu jambu mete terdiri dari buah semu warna merah, kuning dan jingga, warna jingga diduga berasal dari penyerbukan alamiah antara tanaman dengan buah semu warna merah dan kuning. Secara umum buah jambu mete mempunyai manfaat seperti buah semu dapat dipergunakan untuk abon dan makanan ternak golongan ruminansia, biji sebagai kacang mete dan kulit biji dapat menghasilkan Cashew Nut Shell Liquid (CNSL), suatu minyak yang dapat dipergunakan sebagai pelumas mesin jet, kosmetik dan lainnya.

Hasil utama tanaman mete adalah gelondong mete, sedangkan buah semu mete sebagai hasil samping dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku industri rumah tangga yang sampai saat ini belum banyak dimanfaatkan secara optimal. Tanaman jambu mete dapat tumbuh dengan baik serta berproduksi secara maksimal apabila persyaratan lingkungan tumbuhnya terpenuhi. Tanaman ini paling cocok dibudidayakan di daerah-daerah dengan kelembaban nisbi antara 70-80%. Daerah yang paling sesuai untuk budi daya jambu mete ialah di daerah yang mempunyai jumlah curah hujan antara 1.000-2.500 mm/tahun dengan 4-6 bulan kering (< 60 mm)

Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan salah satu sentra produksi jambu mete, tersebar di beberapa kabupaten terutama Kabupaten Gunungkidul, dan Kabupaten Bantul. Total luas lahan jambu mete di Kabupaten Gunungkidul 3.565 ha, dan di Kabupaten Bantul 685 ha. Produksi jambu mete di Kabupaten Gunungkidul berdasarkan data Badan Pusat Statistik Provinsi DI Yogyakarta cenderung mengalami penurunan , yaitu 561 ton (2008), 541 ton (2009), 361 ton (2010), 525 ton (2011), 388 ton (2012) dan 241 (2013). Demikian juga di Kabupaten Bantul mengalami penurunan 124 ton (2008), 124 ton (2009), 12 ton (2010), 10 ton (2011), 73 ton (2012) dan 9 ton (2013). (BPS Daerah Istimewa Yogyakarta, 2014).

 

Jambu mete Meteor YK merupakan hasil kerjasama Balittri dengan Pemerintah Daerah DI Yogyakarta yang telah dilepas sebagai benih bina melalui Keputusan Menteri Pertanian Nomor 338/Kpts/SR.120/3/2008 tanggal 28 Maret 2008. Bila dibandingkan dengan pendahulunya seperti varietas Gunung Gangsir 1 (GG 1) dan Segayung Muktiharjo 9 (SM 9), Meteor YK memiliki sifat yang khas seperti bentuk buah bulat segitiga, aroma buah harum segar, rasa buah manis, daging buah lembut berserat, rasa kacang gurih dan manis.

 

Beberapa ciri lain varietas Meteor YK yaitu bentuk gelondong ginjal ujung runcing dan berwarna abu-abu keputihan, warna buah semu merah mengkilat, berat buah semu 64 – 128 gram/buah, bentuk daun kecil, ujung bulat dan bersifat halus, berat gelondong per butir 6,2 – 8,2 gram serta produktivitas tanaman umur 40 tahun 15,60 kg/pohon/tahun.

Gb. Buah semu jambu mete varietas Meteor YK

Gb. Bunga dan Buah semu muda jambu mete varietas Meteor YK

Penetapan Blok Penghasil Tinggi (BPT) sebagai sumber benih jambu mete Meteor YK sesuai Keputusan Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Provinsi DI Yogyakarta Nomor: 188.4/670 tanggal 18 April 2007 milik 6 (enam) kelompok tani seluas 40 Ha dengan jumlah tegakan 4.800 batang dan Pohon Induk Terpilih (PIT) 2.880 batang yang berlokasi di Desa Semanu (KT. Sedyo Manunggal) dan Desa Ngeposari (KT. Tani Maju dan Karya Makmur), Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunungkidul serta di Desa Wukirsari (KT. Giri Makmur I dan Giri Makmur II) dan Desa Imogiri (KT. Kunden), Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul. Dari PIT yang telah ditetapkan tersebut, potensi produksi benih per tahun dapat mencapai 4,3 ton gelondong, benih siap tanam 3,5 juta batang serta untuk benih siap tanam grafting sejumlah 1,1 juta batang.

Namun, hasil kegiatan inventarisasi dan penilaian kelayakan tahun 2015 terhadap BPT varietas jambu mete Meteor YK tersebut menunjukkan bahwa dari enam BPT yang ditetapkan di tahun 2007, hanya BPT milik 2 kelompok tani yang masih layak sebagai sumber benih yaitu BPT yang berlokasi di Desa Ngeposari, Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunungkidul. Sedangkan BPT milik 4 kelompok tani lainnya sudah tidak layak sebagai sumber benih dikarenakan umur tanaman sudah lebih dari 30 tahun, produksi yang sudah menurun, kebun yang kurang terawat dan akses jalan menuju lokasi sulit. Untuk BPT yang sudah tidak layak sebagai sumber benih masih dapat diambil produksinya untuk konsumsi.

Untuk memenuhi kebutuhan benih jambu mete varietas Meteor YK, perlu dilakukan peningkatan kualitas kebun sumber benih melalui pemeliharaan BPT yang masih layak, penilaian dan penetapan BPT baru atau dalam jangka panjang dengan pembangunan kebun induk. Mengingat Meteor YK merupakan salah satu komoditas tanaman perkebunan unggulan DI Yogyakarta, dukungan pemerintah daerah secara kontinyu dan berkelanjutan diperlukan terutama pembinaan ke petani dalam peningkatan kualitas dan produksi jambu mete Meteor YK baik yang digunakan sebagai benih sumber maupun untuk konsumsi.***

 

Sumber :http://ditjenbun.pertanian.go.id/

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s